4 FAKTOR PENGHAMBAT PERCAYA DIRI DAN SOLUSINYA

 

1.    TAKUT

Stave Jord mengatakan bahwa ketakutan itu adalah kegagalan. Hampir semua manusia di bumi ini terjangkiti oleh penyakit ini. Ia datang tanpa permisi dan tidak pandang bulu, remaja, dewasa, tua, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, pintar, bodoh, semua terkena penyakit ini. Orang yang terkena penyakit ini tidak mampu berbuat apa-apa dan hanya bisa mendramatisir dengan berlebihan. Dan lama kelamaan bisa menjadi depresi karena cita-citanya akan berhenti sebentar atau bahkan bisa berhenti lama.

Rasa takut timbul karena anda tidak mampu, dan sudah sewajarnya manusia hidup memiliki rasa takut. Ketakutan sebenarnya tidak berbahaya, namun jika kita mampu memaknainya dengan bijak. Yaitu dengan memaknai ketakutan sebagai pembelajaran anda untuk memperkaya potensi sehingga menutupi kekurangan yang ada dalam diri. Maka dari itu anda harus mampu memposisikan ketakutan sebagai anugrah yang patut disyukuri. 

Ketakutan bisa dikatakan sebagai sebuah keraguan. Setiap anda mulai takut utuk melangkah secara otomatis anda juga akan mulai ragu terhadap langkah yang hendak anda mulai. Maka dari itu anda harus memeranginya sehingga diri anda benar-benar dapat melangkah dengan penuh keberanian untuk mencapai kesuksesan. Dan hanya dengan modal keyakinan maka disitulah akan muncul sebuah keberanian untuk maju.

2.    CEMAS

Selain rasa takut, manusia juga dihinggapi olrh rasa cemas. Rasa cemas bersemayam pada setiap diri seseorang, ia datang pada saat seseorang berinteraksi pada diri sendiri ataupun dengan orang lain. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu Zain, 2001) kecemasan diartikan sebagai kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan akan sesuatu yang akan terjadi. Semua itu berarti suatu rasa takut, khawatir akan terjadi yang tidak menyenangkan.

Kecemasan merupakan perkara yang menekan pada diri seseorang ketika menghadapi persoalan yang menimpanya. Penyakit ini memang selalu berada pada diri setiap individu didunia ini dan yang paling penting adalah bagaimana anda bisa mencegahnya. 

Dibawah ini ada beberapa solusi yang cukup sederhana untuk menghadapi kecemasan sehingga anda masih bisa percaya diri:

a.    Relaksasi 
  • Tatapalah apa yang ada didepan anda
  • Aturlah nafas anda
  • Turunkan pundak
  • Memperlambat cara berfikir
  • Mengubah gaya bicara agar lebih tegas
  • Mengubah ekspresi wajah, yang awalnya wajah anda kendur dan serasa takut ubah dengan ekspresi semangat
  • Istirahatlah
b.    Mengalihkan rasa cemas
Orang cemas biasanya gerogi dalam melakukan sesuatu, maka gerak-gerakkan tubuh anda, seperti:
  • Mengepalkan tangan
  • Menggerakkan kaki
  • Menggerakkan kepala kesamping kanan dan kekiri
  • Membaca buku
  • Mendengarkan musik
c.    Bahaya dan ketakutan memang ada, tetapi yang harus anda lakukan adalah berdo’a. 

3.    NEGATIVE TINKING

Berfikir negatif sebenarnya adalah pola pikir subjektivisme yang berbahaya kerena selalu menilai dan menganggap objek dengan predikat buruk dan tidak baik. Negative tinking akan berdampak buruk pada diri seseorang karena cita-citanya akan terhambat dan relasi yang ia jalin akan menjauhinya. Dan ada beberapa hal yang perlu anda jauhi agar anda masih tetap bisa percaya diri nantinya:

a.    Berfikir dangkal

Orang yang memiliki pikiran dangkal atau sempit cenderung menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu, ia hanya bisa diam dan diam. Terkadang ia hanya berfikir praktis dan tidak mau mengetahui latar permasalahan yang ada atau dengan kata lain ia tidak dapat berfikir panjang. Sehingga ia tidak mengetahui potensi apa saja yang dapat dikelola.


b.    Negatif selalu menjadi pemenang dan positif selalu kalah

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Shakh Naamu Shama (2001), bahwa pikiran negatif selalu mendominasi diri manusia dibanding dengan pikiran-pikiran positif. ia selalu dikalahkan dengan pikiran-pikiran negatif dengan cara menutup ruang-ruang positif dalam dirinya. kewajiban anda hanyalah membuka ruang-ruang kepositifan agar hidup anda akan lebih bermakna.


c.    Mendramalisir masalah

Suatu contoh ada orang yang bernama iwan, suatu ketika ia bertemu si ucok yang mana si ucok ini ingin mengajak iwan untuk makan-makan dan tiba-tiba mendekati iwan. Si iwan pun kerkata dalam hati “pasti si ucok kesini mau pinjam uangku lagi, atau mau ngambil uangku”. Cerita itu menandakan betapa mudahnya seseorang suka mendramalisir  suatu perkara yang belum tentu benarnya dengan cara membesar-besarkan suatu perkara.


d.    Selalu egois dan emosi

Egois selalu identik dengan kekalahan, karena orang yang egois selalu menutup kehadiran orang lain untuk berkontribusi pada dirinya. ia cenderung menilai segala sesuatu yang dihadapannya dengan emosi yang negatif.


e.    Hanya melihat satu sisi

Yang satu ini merupaka sifat yang paling berbahaya, karena memandang sesuatu hanya dengan melihat satu sisi belaka yaitu sisi negatif. Padahal belum tentu yang dimiliki oleh orang lain pasti negatif, jadi hindari melihat seseorang hanya dengan satu sisi.


Adapun solusi untuk tidak berfikir negatif adalah dengan cara:

  • Mulailah berfikir rasional dengan cara melawan pikiran-pikiran negatif dengan positif. coba klarifikasi asumsi-asumsi negatif dengan pikiran jernih, teliti dan cermat. 
  • Ada positif sudah pasti ada negatif, maksudnya jangan anda berfikir dengan kenegatifan tetapi berpikirlah dengan kepositifan juga. 
  • Berfikirlah positif, karena hal ini mempermudah anda untuk mendapat prestasi. Dengan mengutamakan berfikir positif maka anda akan mengurangi dan menutup pikiran-pikiran negatif.

4.    MENUTUP DIRI

Menutup diri merupakan tidakan yang dilakukan seseorang ketika is merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Orang yang seslalu menyendiri biasanya tidak memiliki relasi yang luas dan ini yang menjadikan orang tersebut mudah tidak percaya diri. 

Tidak mungkin orang yang sukses didunia ini tidak pernah ada campur tangan orang lain. Baik orang yang kaya pasti keberhasilannya membutuhkan orang yang kurang mampu, orang yang pintar tidak mungkin kepintarannya dari hasil jirih payahnya sendiri, pasti ia membutuhkan orang lain, dan itulah keharmonisan dalam kehidupan ini. 


Manusia merupakan zoon politicon yaitu manusia adalah makhluk sosial. Manusia dalam ilmu sosiologi dibagi menjadi 3 dimensi:
 

a. Manusia sebagai makhluk individu, sewaktu-waktu ia menyendiri   
b. Manusia sebagai makhluk sosial, yang artinya manusia tidak dapat hidup sendiri.   
c. Manusia sebagai makhluk yang religius, yaitu manusia keberadaannya yang selalu berhubungan dengan sang khaliq.
Maka jangan sampai anda selalu menutup diri atau tertutup dengan kehidupan ini, segeralah membangun relasi yang luas agar anda dapat mencapai kesuksesan dan andapun bisa menjadi pribadi yang percaya diri. 

Demikian sekilas 4 Faktor penghambat Percaya Diri dan Solusinya, semoga dapat menjadikan pengetahuan bagi anda semua. Dan terima kasih telah mengunjungi blog ini.



Referensi : Ach Syaifullah, Tips Percaya Diri, Gerailmu, Jogjakarta, 2010


0 Response to "4 FAKTOR PENGHAMBAT PERCAYA DIRI DAN SOLUSINYA"