Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

Sebelum anda mengajar anda harus menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau lebih dikenal RPP. Dalam RPP anda harus dapat merencanakan bagaimana alur pembelajaran yang akan anda laksanakan, apa saja materi yang dipelajari, dan terutama apa metode yang akan anda gunakan.
 
Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

Berbicara metode banyak sekali metode yang dapat digunakan, semua kembali pada materi yang akan anda ajarkan. Jika materi yang anda ajarkan berkaitan jengan suatu permasalahan, mungkin lebih cocok anda gunakan metode pemecahan masalah atau Problem Solving.
 
Nah...sekarang bagaimana langkah-langkah metode problem solving ini dan apa saja keunggulan dari metode ini seperti yang dilansir dari ainamulyana.blogspot.co.id, Rabu, (16/12/2015), berikut urainnya:
 

1. Pengertian Metode Pemecahan Masalah


Metode pemecahan (Problem Solving) masalah menurut Sudirman, dkk. (1991 : 146) adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa.
 
Metode pemecahan masalah (Problem Solving) ini sering dinamakan atau disebut juga dengan eksperimen  method, reflective thinking method, atau scientific method (Sudirman, dkk., 1991 : 146).
 
Dengan demikian, metode pemecahan masalah (Problem Solving) adalah sebuah metode  pembelajaran yang berupaya membahas permasalahan untuk mencari pemecahan  atau jawabannya. Sebagaimana metode mengajar, metode pemecahan masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada para siswa. Dengan metode ini, siswa belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja metode ilmiah.


Baca juga : 7 Faktor yang Mempengaruhi Dalam Pemilihan Metode Pembelajaran

2. Langkah-langkah Metode Pemecahan Masalah


Dalam garis besarnya langkah-langkah metode pemecahan masalah (problem solving) dapat disarikan sebagai berikut:
 
a.  Adanya masalah yang dipandang penting
b.  Merumuskan masalah
c.   Analisa hipotesa
d.  Mengumpulkan data
e.  Analisa data
f.   Mengambil kesimpulan
g.  Aplikasi (penerapan) dari kesimpulan yang diperoleh
h.  Menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah (Depdikbud, 1997: 23).  
 
Dengan cara tersebut diharapkan anak-anak didik untuk berpikir dan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah. Metode ini lebih tepat digunakan di kelas tinggi.
 
Sedangkan menurut Nahrowi Adjie dan Maulana  (2006 : 46-51) langkah-langkah penyelesaian masalah antara lain adalah:
 
a. Memahami soal
b. Memilih pendekatan atau strategi
c. Menyelesaikan model
d. Menafsirkan solusi
 
Pada prinsipnya kedua langkah penyelesaian masalah di atas adalah sama, hanya saja pendapat yang kedua lebih singkat dan padat. Berkaitan dengan masalah penelitian ini penulis lebih cenderung menggunakan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika yang dikemukakan oleh Nahrowi Adjie dan Maulana, karena lebih sederhana dan mudah dipahami.

Baca juga :
Pengertian Metode Pembelajaran Menurut Para Ahli

3. Kelebihan Metode Problem Solving


a. Dengan Metode Pemecahan Masalah atau Metode Problem Solving akan terjadi pembelajaran bermakna. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan.
 
b. Dalam situasi Metode Pemecahan Masalah atau Metode Problem Solving, peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.
 
c. Metode Pemecahan Masalah atau Metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

Metode Pemecahan Masalah ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan bidang keteknikan, terutama dalam hal sebagai berikut :
 
1. Peserta didik memperoleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna untuk memecahkan masalah bidang keteknikan yang dijumpainya;
 
2. Peserta didik belajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan kenyataan sebenarnya, yang sering disebut student-centered;
 
3.  Peserta didik mampu berpikir kritis, dan mengembangkan inisiatif.

0 Response to "Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)"