5 Keuntungan dan Kekurangan Penerapan UNBK 2017

5 Keuntungan dan Kekurangan Penerapan UNBK 2017

5 Keuntungan dan Kekurangan Penerapan UNBK 2017

Tiga tahun yang lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara online atau yang disebut istilah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 

Pada tahun 2017 ini sistem ini kembali diterapkan dengan rincian ada 30.617 sekolah yang mengikuti UNBK yang terdiri dari tingkat SMP/MTs 11.124 sekolah, tingkat SMA/MA 9.661 sekolah, dan tingkat SMK 9.832 sekolah se-Indonesia. Namun, tentu ada banyak pro dan kontra yang menyertai diterapkannya UNBK ini.  Sebelum mengikutinya, ada baiknya kalian  menyimak keuntungan dan kerugian sistem UNBK berikut ini seperti yang kami lansir dari quipper.com.



1. Menghemat Anggaran Negara

UNBK dinilai sangat irit karena tidak perlu mencetak dan mendistribusi naskah soal dan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Negara menyimpan jumlah biaya pencetakan 35 juta eksemplar naskah soal sebanyak 560 miliar rupiah dan biaya pendistribusian soal yang mencapai 80 juta rupiah per wilayah.

UNBK membuat pelaksanaan UN menjadi jauh lebih efisien. Pihak sekolah juga tidak perlu memperbanyak naskah latihan soal UN di tempat fotokopi. Selama sekolah memiliki komputer, fasilitas listrik, dan jaringan internet yang memadai, para murid tingkat akhirnya bisa mengikuti UNBK.
 
Baca juga: Tutorial Latihan Simulasi UNBK Secara Online 2017


2. Kemungkinan Listrik Padam

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran dalam benak calon peserta UNBK adalah adanya kemungkinan mati listrik. Hal ini tentu wajar karena komputer yang digunakan untuk UNBK membutuhkan daya listrik agar dapat menyala. Mereka takut apabila jawaban yang sebelumnya telah diisi akan terhapus. Tapi, tenang saja, sistem UNBK telah diatur untuk secara otomatis menyimpan hasil pekerjaan sementara. Jadi, jawabanmu tidak akan hilang jika mendadak terjadi mati listrik dan kamu belum selesai.

Jika terjadi listrik padam maka sekolah harum mempunyai alat pemasok listrik sehingga pelaksanaan UNBK tidak terhambat.  
Baca juga: 8 Tips Ampuh agar Sukses UNBK 2017

3. Meminimalisir Terjadinya Kecurangan

Kalian tentu pernah membaca dan mendengar berbagai kasus bocornya soal-soal UN di berbagai wilayah, entah terjadi pada tahap pencetakan maupun pendistribusian. Salah satu alasan Kemendikbud menerapkan UNBK adalah untuk meminimalisir terjadinya kebocoran tersebut.

Dengan sistem ini peserta tidak dapat mencari celah untuk melakukan kecurangan. Secara keseluruhan, soal-soal yang diberikan pada para peserta UNBK mungkin sama, tetapi jenis soal yang muncul pada layar komputer tiap anak dapat berbeda. Kemendikbud telah menerapkan sistem acak pada soal-soal UNBK. Jadi, apabila soal nomer satu pada peserta A berisi tentang materi X, peserta B bisa saja mendapat soal dengan materi Y.



4. Jaringan Internet Terputus

Namanya juga ujian online, sudah pasti membutuhkan jaringan internet yang kuat. Inilah yang menjadi kekhawatiran lain bagi para peserta UNBK. Mereka takut terjadi kendala teknis apabila mendadak jaringan internet mendadak melambat atau terputus di tengah jalan. Untuk itu diharapkan sekolah pun harus menambahkan kecepatan internet demi keberhasilan UNBK. 
Baca juga: Informasi Terbaru SNMPTN-SBMPTN 2017
 

5. Sistem Online Otomatis

Sistem semi-online yang diterapkan dalam UNBK akan langsung menyimpan jawaban dan data dirimu secara lebih rapi dan terstruktur. Jadi, soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan ke server sekolah. Selama UNBK berlangsung, para peserta akan dilayani oleh server sekolah secara offline. Hasil ujian pun dikirim kembali dari server sekolah ke server pusat secara online.

Demikian sedikit uraian tentang 5 Keuntungan dan Kekurangan Penerapan UNBK 2017. Semoga bermanfaat.

0 Response to "5 Keuntungan dan Kekurangan Penerapan UNBK 2017"