Astagfirullah... Inilah 5 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi


Astagfirullah... Inilah 5 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi

Astagfirullah... Inilah 5 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi

Orang tua selaku tulang punggung bagi keluarganya. Kadang tidak tanggung-tanggung istri juga ikut kerja keras membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun ketika orang tua melihat anaknya menjengkelkan, satu hal solusi yang kita ambil adalah memarahinya.
Perlu anda ketahui bahwa ada lima dampak buruk bagi anak yang sering dimarahi. Seperti yang admin kutip dari laman keluargabahagia-news, berikut penjelasannya:

1. Kerusakan/kematian sel-sel otak anak


Seorang Neuroscientist di Chicago Medical School, Lise Eliot, Phd, dalam bukunya "Whats going on in There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life. Menceritakan sebuah fakta yang begitu mencengangkan. Ia melakukan penelitian perkembangan otak terhadap bayinya sendiri. Lise memasang seperangkat alat khusus di kepala bayinya.

Alat itu dihubungkan dengan kabel-kabel komputer agar dia bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan sel otak anaknya melalui layar monitor. Saat bayinya bangun, dia memberinya ASI. Ketika bayinya minum ASI, Lise melihat gambar-gambar sel otak anaknya di layar monitor sedang membentuk rangkaian yang indah.

Ketika sedang asyik menyusui, tiba-tiba bayi Lise menendang kabel komputer. Si ibu sontak kaget dan berteriak, "No!" Ternyata teriakan si ibu membuat bayinya kaget, saat itu juga Lise melihat gambar sel otak anaknya di layar monitor terus menggelembung seperti balon, semakin membesar dan akhirnya pecah. Selanjutnya terjadi perubahan warna yang menandai kerusakan sel otak.
Baca juga: Tata Cara Mendidik Anak Menurut Pesan Rasulullah

2. Penurunan kepercayaan diri


Anak-anak yang sering dimarahi cenderung akan berpikir, bahwa penyebab dia dimarahi adalah karena melakukan kesalahan. Semakin sering anak dimarahi, maka semakin kuat opini pada diri anak bahwa semua tindakannya adalah salah, sehingga takut melakukan hal-hal yang baru, merasa minder, dan pada akhirnya anak akan kehilangan rasa percaya diri, dan Anak akan menjadi pasif karena cendrung memilih diam dan tidak berbuat daripada dimarahi.

3. Depresi


Anak yang sering dimarahi bisa mengalami tekanan mental atau depresi. Anak akan jadi lekas marah atau frustasi, egois, agresif, merasa sedih, merasa tidak berharga atau bersalah, dan lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak.

4. Trauma

Kemarahan tidak mengajarkan apa-apa terhadap perkembangan si kecil, justru membuat renggang ikatan batin antara orang tua dan anak, anak akan merasa tidak nyaman dan takut karena perilaku orang tuanya. Anak yang sering kena marah bisa mengalami trauma

5. Introvert


Anak akan memiliki pribadi yang tertutup. Kepribadian introvert merupakan kondisi psikologis dimana anak lebih pendiam dan cenderung menutup dan menarik diri dari lingkungannya. Anak enggan mengungkapkan isi hatinya atau permasalahan yang dihadapinya, takut mengutarakannya karena takut dipersalahkan.

Akibat terlalu sering dibentak dan dimarahi, anak akan menjadi bersifat apatis, sering tidak peduli terhadap suatu hal.

Demikian 5 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi, semoga bermanfaat.

0 Response to "Astagfirullah... Inilah 5 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi"